Legislator PKS Desak Pemprov Percepat Vaksinasi di Jawa Tengah

Semarang – Untuk capai target vaksinasi di Jateng, Sekretaris fraksi PKS DPRD Jawa Tengah Riyono meminta gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk melakukan percepatan vaksinasi di wilayah Jateng. Hal tersebut disampaikannya digedung DPRD Jawa Tengah Rabu, (15/9/2021).

Berdasarkan keterangan dinas Kesehatan Jawa Tengah, dari 28 juta target vaksinasi baru  8 juta orang yang tervaksinasi dengan fokus utama ke sasaran rentan di usia 40 tahun ke atas.

Menurutnya, Program vaksinasi yang merupakan salah satu upaya cepat perlindungan terhadap COVID-19 di Jawa tengah berjalan lambat dan masih jauh dari harapan.

“8 juta (orang tervaksinasi) dari 28 juta  artinya dari target vaksinasi, 50 persen nya saja belum tercapai. sehingga pemerintah provinsi Jawa Tengah harus melakukan percepatan vaksinasi,” tegasnya. “Vaksinasi penting untuk menahan laju penyebaran penularan virus COVID-19. apalagi, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan mulai menurun seiring melandainya kasus positif”tambahnya.

Iapun meminta kepada gubernur agar meminta langsung kepada pemerintah pusat untuk memenuhi keterbutuhan vaksin di jawa tengah agar segera tercapai herd imunity.

Selain perlindungan kesehatan, percepatan vaksinasi juga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian di Jawa Tengah yang sempat terpuruk. Dimana angka pengangguran melonjak karena sekitar 11.438 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Anggota komisi C DPRD Jateng ini tidak ingin mengulang masa krisis pada gelombang  kasus COVID-19 pada bulan Juli-Agusus 2021 di mana  Jawa Tengah beberapa kali menjadi provinsi dengan angka kematian akibat COVID-19 tertinggi nasional, yang menyebabkan  fasilitas kesehatan sangat kewalahan, BOR rumah sakit yang tinggi, angka kematian yang capai ribuan serta oksigen yang langka.

“tentunya kita harus selalu berupaya agar badai pandemi segera berakhir dan tidak mengurangi krisis kemarin. Namun pemerintah provinsi harus tetap siaga terhadap kemungkinan terburuk sehingga lebih siap jika kejadian yang sama terulang lagi,” pungkasnya.