Begimane Ceritanye, Ngelapak Kaos PKS, yang Naksir Kader Partai Lain

Berawal dari posting-posting dagangan aneka atribut PKS di status WhatsApp, akhirnya ada seseorang yang naksir berat sama salah satu kaos berlogo PKS.

Beliau cukup istimewa bagi saya pribadi, perkenalan yang tidak disengaja. Awalnya saya pikir beliau seorang penganut manhaj yang tidak berpartai, karena saat pertama bertemu, beliau berpakaian serba hitam lengkap dengan niqab warna hitam pula.

Selang beberapa waktu kami sering terlibat diskusi masalah pelajaran tahsin Alquran, dan kebetulan saya sebagai administrasi keuangan pada lembaga tahsin yang beliau ikuti.

Kami mulai akrab karena sering saling “mengintip”  dan memberi komentar status WA.

Dari sini pula saya mulai mengetahui jika beliau ternyata seorang kader partai nganu yang begitu militan. Ketidaksukaannya pada PKS juga nampak. Sering kali hujatan, cibiran, nyinyiran serta sindiran beliau ungkapkan di status WA. Jika sudah begitu sayapun tak berani berkomentar apa-apa.

Saya diamkan saja.

Sebagai seorang kader PKS, saya sering sekali membuat status tentang berita dan kegiatan-kegiatan PKS, termasuk menggelar dagangan atribut PKS.

Tak disangka, kemarin beliau memberikan komentar ketertarikannya terhadap salah satu kaos PKS yang saya iklankan.

Dengan ringannya beliau menanyakan harga, bahannya dari apa. Dan beliau mengatakan ingin membuat kaos untuk partainya. Dengan warna dan modelnya persis seperti kaos PKS tersebut.

Beliau berujar, “Saya ngga suka warna merah menyala, saya mau kaos partai saya berwarna putih seperti itu, desainnya juga mau seperti itu, nggak norak, sudah saya usulkan kepada pimpinan saya untuk membuat kaos seperti kaos PKS.”

Dan uniknya beliau meminta aneka gambar atribut PKS untuk dipromosikan kepada kerabat dan teman-temannya yang katanya suka terhadap PKS.

Saya akui beliau seorang yang “fashionable”, kecuali hendak pergi ke pengajian, penampilannya memang masih belum berhijab secara rutin, semoga hidayah Allah segera menyapanya.

Rupanya kedekatan kami bisa membuat beliau nyaman untuk bercerita, bahkan beliau meminta saya untuk menulis mengenai perjalanan hidupnya. Mulai dari gaya hidup beliau yang dulunya hedonisme, kegemarannya pergi ke klab malam, percobaan bunuh diri berkali-kali namun selalu gagal, hingga kini beliau benar-benar ingin menjauhi riba, sedekahnya yang luar biasa tanpa perhitungan.

Kita doakan semoga hidayah berhijab secara istikomah segera beliau dapatkan, dan juga kita doakan semoga beliau bisa jatuh cinta terhadap PKS.

Ella Helawati

Reli Tangerang