Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3
Home > Tausiyah > Ketenangan Hati

Ketenangan Hati

Dalam menjalankan roda kehidupan di dunia ini, manusia tentu menginginkan sebuah
ketenangan terutama menyangkut masalah hati.
Ketenangan hati tidak bergantung pada harta yg melimpah, rumah yg mewah atau jabatan yang tinggi atau status sosial yang terhormat di lingkungan masyarakat. Akan tetapi semuanya bergantung pada pola pikir kita dlm menjalani kehidupan, terutama dalam menjalankan ketaatan kita kepada Allah swt.
Mencari ketenangan hati dan jiwa merupakan sebuah keharusan, karena ketenangan hati akan berpengaruh pada sikap dan perilaku manusia dalam melakukan aktivitas sosialnya.Karenanya dibutuhkan cara pandang dalam sebuah prinsip sebagai resep yang baik dalam menjaga ketenangan hati kita.Yang jelas, prinsip itulah yang sudah tertuang pada firman Allah SWT dalam Al-Quran. Bila kita meyakini prinsip-prinsip yang tepat, maka kesedihan, kegelisahan, kegalauan hati tdk akan pernah singgah dlm hati kita.
Allah SWT sudah menyampaikan dalam Alquran.Tentang 3 prinsip yang bilamana dijadikan sandaran dalam hati kita, maka kita akan diberikan ketenangan dalam menghadapi segala masalah kehidupan.

Apa 3 prinsip itu?

1.Yakinilah bahwa tidak ada yg lebih menyayangi kita melebihi Allah.
فاَللهَُّخيَرٌْحاَفِظاً وَۖهوُأَرَْحَماُلراَّحمِيِنَ
“Maka Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang diantara para penyayang.”
(QS.Yusuf:64)

2.Tidak ada yg lebih mengetahui dalamnya kesedihan kita melebihi Allah.
اللهَّأَُعلَْمُبمِاَفِيأنَفُْسهِمْ
“Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka.”(QS.Hud:31)

3.Tdk ada yg mampu menyelesaika nmasalahmu kecuali Allah.
أمََّنْيُجيِباُلمُْضْطرََّإذِاَدَعاَهُويَكَْشِفاُلسوُّءَ
“Bukankah Dia (Allah) yg memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan.”(QS.An-Naml:62)

Apabila 3 prinsip ini telah melekat kuat dalam hati kita, maka tidak akan ada lagu perasaan takut dan khawatir terhadap segala urusan yang datang pada kita Kitas selalu optimis bahwa yang paling menyayangi kita adalah Allah, maka mustahil Allah akan membiarkan kita dalam masalah.
Kita optimis bahwa tidak ada yang lebih mengetahui kesedihan dan rasa sakit kita melebihi Allah, maka mustahil Allah tidak mengobati kesedihan kita.
Kita yakin bahwa tidak seorang pun dapat menyelesaikan masalah kita kecuali Allah, lalu mengapa kita masih berharap kepada makhluk? Wallahua’lam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.