Home > TAUSIYAH > Sungguh Beruntung Kita Bertemu Ramadan Tahun Ini

Sungguh Beruntung Kita Bertemu Ramadan Tahun Ini

Sungguh Beruntung kita Bertemu Ramadhan Tahun ini.  Teriring ungkapan bahagia, permohonan maaf juga  doa kebaikan untuk kita semua di bulan Ramadhan yang mulia ini, berikut goresan pikiran yang terlintas kala masuk Ramadhan tahun ini;

Tahun Kedua Pandemi

Ini tahun kedua Ramadhan masa Pandemi Corona-19. Pemerintah masih tarik ulur antara memprioritaskan kesehatan vs memprioritaskan ekonomi atau juga kombinasi keduanya. Pada banyak sisi sangat bisa jadi kondisi kaum muslimin khususnya Indonesia tidak sedang lapang-lapang amat memasuki bulan Ramadhan ini.

Ekonomi

Kesulitan ekonomi jelas, keterbatasan memenuhi kebutuhan primer, sekunder apalagi tersier bisa dipastikan dialami oleh sebagian besar warga negara kita. Termasuk kita pengurus dan kader PKS di dalamnya. Terlepas dari semua itu sungguh beruntung kita bisa bertemu Ramadhan tahun ini.

Usia

Kita masih sampai ke Ramadhan ini, padahal banyak orang-orang dekat kita yang begitu besar kontribusinya bagi dakwah dan partai ini tidak sampai usianya bertemu Ramadhan. Karenanya sekali lagi sungguh beruntung kita bertemu Ramadhan di tahun kedua wabah covid-19 ini.

Karenanya sungguh sangat pantas jika kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik start kita mengejar prestasi Amaliah tertinggi. Yang dengannya kita layak dibanggakan oleh Rabb kita di hadapan malaikat mulia di sana.

Sungguh telah terukir indah di tinta emas sejarah bahwa prestasi gemilang justru Allah takdirkan di bulan puasa ini. Futuh Mekkah dan Merdekanya Indonesia tercinta ini adalah bukti nyata.

Itu amaliahnya Ashabiqunal awwalun….lalu apa Amaliah kita?

apa amaliah spektakuler yang kira-kira bisa dibanggakan oleh Allah di hadapan malaikat di majelis sana?

Apa amaliah spektakuler yang bisa mensejajarkan kita duduk bersama Majelis Rasulullah dan sahabatnya di surga nanti?

Penaklukan….!

Ya Penaklukan! menaklukan hawa nafsu kemalasan dan keengganan bergerak karena beratnya beban hidup. Menaklukkan perasaan cepat puas diri atas apa yang diraih dan didapat sekarang. Padahal apa yang diraih ini masih jauh dari target yang dicanangkan.

Penaklukan dari rumah ke rumah karena sekarang inilah warga lagi banyak di rumah saja.

Menaklukan himpitan ekonomi dengan sebanyak mungkin mencari orang untuk kita saling bergandengan tangan.

Menaklukan kantong-kantong suara pada basis massa partai politik

Menaklukan orang-orang hebat di luar sana agar menjadi kawan perjuangan.

Menaklukan oligarki ekonomi dan politik…

Mari melakukan kerja-kerja penaklukan karena Ramadhan terlalu besar jika hanya kita pakai untuk sekedar mengurangi makan dan minum saja…

Wallahua’lam

1 Ramadhan 1442 H

Efan Tolani

Kabid Pemenangan BPW PKS Sumbagsel.

Check Also

Tidak Ada yang Kebetulan di Dunia ini

Dr Amir Faishol Fath: . _*TIDAK ADA YANG KEBETULAN DI DUNIA INI*_ Seorang petani Scotlandia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.